Bisnis Properti Tahun Ini Menggeliat, Booming Properti Sekitar 2019?

Untuk jangka menengah dan jangka panjang, berinvestasi properti memang sangat prospektif. Meski agak lesu belakangan ini, namun siklus jangka panjang pasar properti merupakan bagian alamiah dari siklus 5 tahunannya. Kini, beberapa pemain di dunia properti melihat ‘fajar’ kebangkitan bisnis properti.

Sementara hasil survei sebuah portal penjualan online memberikan gambaran bahwa jenis properti yang paling favorit ke depan adalah rumah. Sedangkan wilayah yang menjadi favorit pilihan konsumen adalah Tangerang. Kota ini merupakan penyangga Ibu Kota DKI Jakarta dengan kenaikan harga properti yang paling menjanjikan.

Selain itu, saat ini sektor properti di Indonesia mulai menggeliat. Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit properti tumbuh 15,2% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Saat ini juga tersedia pasokan properti di Serpong maupun Tangerang, banyak pilihan baik dari sisi harga maupun ukuran.

Kesemua hal tersebut disampaikan oleh Managing Director Paramount Land Anderas Nawawi pada acara peluncuran kedua produk terbarunya, Amalfi Vilage dan Navona Village, di Serpong, Rabu (17/5).

Faktor-faktor tersebut memang pertanda positif bagi kebangkitan bisnis properti di Indonesia, ditambah tax amnesty saat ini sudah mulai terlihat dampaknya. Pendek kata, inilah saat terbaik untuk berinvestasi di sektor properti.

Demikian pula yang disampaikan Panangian Simanungkalit di Panangian School, Rabu (17/5). Menurut sosok yang sudah lama berkarier di dunia properti ini, kondisi perekonomian Indonesia mulai membaik sehingga booming properti akan terjadi sekitar 2019.

Banyak alasan untuk mendukung prediksinya itu, antara lain komitmen pemerintahan sekarang terhadap pemberantasan korupsi dan penurunan suku bunga kredit yang bisa mendorong bisnis properti semakin berkembang.

Sementara Presiden Direktur Paramount Land, Ervan Adi Nugroho, melihat optimisme kebangkitan bisnis properti dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2017 yang sebesar 5,01%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal I-2016 yang sekitar 4,94%.

“Kami optimistis sebagai pelaku usaha. Kami menyadari masih ada tantangan yang harus diantisipasi, di antaranya daya beli masyarakat yang masih lemah,” kata Ervan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/5).

Ervan yakin angin segar bagi sektor properti akan segera datang, terutama jika melihat pandangan BI bahwa penyaluran KPR berpotensi naik di kuartal II–2017. Hal ini karena pertumbuhan ekonomi sudah lebih baik, sehingga akan memacu permintaan kredit perumahan, khususnya di pasar kelas menengah.

“Kami mencatat faktor-faktor tersebut di atas dapat menjadi pendorong yang positif bagi sektor properti di kuartal II dan khususnya sepanjang tahun ini. Kami optimistis pertumbuhan properti tahun ini akan semakin baik, yang memacu kami untuk menghadirkan produk-produk terbaik sesuai dengan kebutuhan konsumen,” kata Ervan yang bersama Andreas baru saja meluncurkan produk terbarunya tersebut di atas.

rumah123.com